komponen elektronika dasar
RESTORASI
Kapasitor
Kapasitor atau kondensor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan energi listrik dalam bentuk muatan listrik selama selang waktu tertentu tanpa disertai adanya reaksi kimia.
Kapasitor banyak digunakan pada peralatan elektronika seperti pada lampu kilat kamera, cadangan energi pada komputer saat listrik mati, pelindung sistem RAM pada komputer dll.
Pada dasarnya, kapasitor terdiri atas sepasang pelat konduktor sejajar dengan luas A yang dipisahkan oleh jarak d yang kecil. Dua konduktor tersebut dipisahkan oleh suatu bahan isolator yang disebut bahan dielektrik.
Saat kapasitor diberi tegangan, kapsitor akan menjadi bermuatan. Satu pelat menjadi bermuatan positif dan pelat yang lainnya bermuatan negatif. Jumlah masing-masing muatan pada kedua pelat tersebut sama. Jumlah muatan Q yang terdapat pada muatan sebanding dengan beda potensial V sesuai dengan persamaan : Q= CV. Dengan C menunjukkan kapasitansi kapasitor. Kapasitansi kapasitor adalah kemampuan kapasitor untuk menyimpan energi listrik.
Kapasitansi tidak bergantung pada Q dan V. Nilainya hanya bergantung pada struktur dan dimensi kapasitor sendiri. Jadi C dapat ditulis dalam persamaan C=permitivitas hampa udara dikalikan A/d.
Jenis-jenis kapasitor
Berdasarkan bahan dielektrik dan penggunaannya, kapasitor dibagi menjadi beberapa jenis seperti berikut.
a. Kapasitor variabel (Varco)
Kapasitor ini digunakan untuk tuning pesawat radio atau mencari gelombang radio. Kapasitor ini menggunakan udara sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor jenis ini menggunakan pelat yang tidak dapat digerakkan (stator) dan pelat yang dapat digunakan (rotor). Varco biasanya terbuat dari bahan aluminium. Dengan memutar tombol, luas pelat yang berhadapan dapat diataur sehingga kapasitas kapasitor dapat diubah. Dengan mengubah kapasitas kapasitor, frekuensi sirkuit yang dicari dapat distel. Berikut ditunjukkan suatu varco.
b. Kapasitor keramik
Kapasitor keramik mempunyai dielektrik yang terbuat dari keramik. Kapasitor ini memiliki elektroda logam dan dielektritnya terdiri atas campuran titanium oksida dan oksida lain. Kekuatan dielektriknya baik sekali sehingga mempunyai kapasitas yang besar. Meskipun demikian, ukuran kapasitor keramik relatif kecil. Kapasitor keramik digunaka untuk meredam bunga api, seperti pada bunga api yang timbul pada platina kendaraan bermotor.
c. Kapasitor kertas
Kapasitor ini mempunyai dielektrik yang terbuat dari kertas. Kapasitor kertas mempunyai lapisan-lapisan kertas setebal 0,05-0,02 mm di antara dua lembaran kertas aluminium. Kertas tersebut diresapi dengan minyak untuk memperbesar kapasitas dan kekuatan dielektriknya.
d. Kapasitor plastik
Kapasitor plastik mempunyai selaput plastik sebagai dielektriknya. Kapasitor ini mempunyai elektroda logam dan lapisan dielektrik yang terbuat dari bahan polisterina, milar atau teflon dengan tebal 0,0064 mm. Kapasitor plastik digunakan untuk koreksi faktor daya dalam sisitem daya listrik pada fisi nuklir, pembentukan logam hidrolik, penyelidikan plasma dielektrik.
e. Kapasitor elektrolit (Elco)
Kapasitor elektrolit mempunyai dielektrik berupa oksida aluminium. Elektroda positif terbuat dari bahan logam, seperti aluminium dan tantalum, sedangkan elektroda negatif terbuat dari bahan elektrolit. Bahan dielektrik digunakan untuk melapisi elektroda negatif. Tebal lapisan oksida sekitar 0,0001 mm. Kapasitor ini hanya digunakan pada tegangan DC yang berdenyut pada rangkaian radio, televisi, telefon, telegraf, peluru kendali, dan perlengkapan komputer. Fungsi elco adalah sebagai perata denyut arus listrik.


Di dalam induktor disimpan energi, bila ada arus yang mengalir melalui induktor itu. Energi itu disimpan dalam bentuk medan magnit. Bila arusnya bertambah, banyaknya energi yang disimpan meningkat pula. Bila arusnya berkurang, maka induktor itu mengeluarkan energi.
Resistor adalah komponen elektronika
yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena dia
berfungsi sebagai pengatur arus listrik. Dengan resistor listrik dapat
didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Tentunya anda bertanya-tanya,
apa itu resistor ?, seperti apa bentuknya ?, bagaimana cara kerjanya ?,
oops..., nanti dulu saya baru akan menjelaskannya.
Ilustrasi Arus Air untuk mengetahui cara kerja Resistor
Setelah
anda perhatikan animasi tadi, tentunya anda sudah mempunyai gambaran
tentang bagaimana prinsip kerja dari sebuah resistor. Yah anda anggap
saja arus air yang ada di animasi itu sebagai arus listrik, sedangkan
bendungan sebagai resistornya. Jadi bila bendungan 1 kita anggap sebagai
resistor 1 dan bendungan 2 sebagai resistor 2, maka besarnya arus
tergantung dari besar kecilnya pintu bendungan yang kita buka. Semakin
besar kita membuka pintu bendungan semakin besar juga arus yang melewati
bendungan tersebut bila ingin lebih besar lagi arusnya, yah tidak usah
dipasang bendungannya atau dibiarkan saja, jadi bila kita menginginkan
arus yang besar maka kita pasang resistor yang nilai resistansi (
tahanan ) nya kecil, mendekati nol atau sama dengan nol atau tidak
dipasang sama sekali dengan demikian arus tidak lagi dibatasi. Nah
seperti itulah kira-kira fungsi Resistor dalam sebuah rangkaian
elektronika.
Suatu fungsi dalam dunia
teknik tentunya mempunyai satuan atau besaran, misalnya untuk berat kita
tahu bahwa pada umumnya satuannya adalah "gram", satuan jarak pada
umumnya orang memakai satuan " meter ". Nah untuk resistor satuannya
adalah OHM, jadi mulai sekarang kita biasakan untuk menyebut besarnya
nilai suatu resistor atau tahanan kita gunakan satuan OHM, yang
sebenarnya berasal dari kata OMEGA. Maka tidaklah heran bila lambang
dari OHM berbentuk seperti tapal kuda orang yunani menyebutnya omega
entah kenapa demikian saya juga kurang paham karena saya bukan ahli
sejarah he he he . Ok, jadi bila nanti anda melihat rangkaian
elektronika lalu disitu tertulis misalnya 470 maka itu adalah sebuah
resistor dengan nilai 470 OHM.., paham..!!.
Didalam rangkaian elektronika resistor dilambangkan dengan angka " R "
, sedangkan icon nya seperti ini : . Ada beberapa jenis resistor yang
ada dipasaran antara lain : Resistor Carbon, Wirewound, dan Metal Film.
Ada juga Resistor yang dapat diubah-ubah nilai resistansinya antara lain
: Potensiometer dan Trimpot. Selain itu ada juga Resistor yang nilai
resistansinya berubah bila terkena cahaya namanya LDR ( Light Dependent
Resistor ) dan Resistor yang yang nilai resistansinya berubah tergantung
dari suhu disekitarnya namanya NTC ( Negative Thermal Resistance ) agar
lebih jelas coba anda perhatikan gambar 1-a, dan animasi berikut ini :
Prinsip Dasar, Cara Kerja Sebuah LDR Berbagai Jenis type dan bentuk Resistor | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Hmmm..., bagaimana friend !. Saya rasa
sampai disini anda sudah memahami prinsip kerja dari resisor. Sekarang
mari kita lanjutkan dengan materi yang lain.
Untuk
resistor jenis carbon maupun metalfilm biasanya digunakan kode-kode
warna sebagai petunjuk besarnya nilai resistansi ( tahanan ) dari
resistor. Kode-kode warna itu melambangkan angka ke-1, angka ke-2, angka
perkalian dengan 10 ( multiflier ), nilai toleransi kesalahan, dan
nilai qualitas dari resistor. Kode warna itu antara lain Hitam, Coklat, Merah, Orange, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih,
Emas dan Perak. ( lihat gambar 1-b dan tabel 1 ). Warna hitam untuk
angka 0, coklat untuk angka 1, merah untuk angka 2, orange untuk angka
3, kuning untuk angka 4, hijau untuk angka 5, biru untuk angka 6, ungu
untuk angka 7, abu-abu untuk angka 8, dan putih untuk angka 9. Sedangkan
warna emas dan perak biasanya untuk menunjukan nilai toleransi yaitu
emas nilai toleransinya 10 %, sedangkan perak nilai toleransinya 5 %.
Wah
banyak sekali sulit untuk menghafalnya..!, hmmm.., kalau anda merasa
kesulitan menghafal kode warna dari resistor beserta nilainya, coba
perhatikan teks yang saya beri huruf tebal diatas. Kalau disatukan akan
menjadi sebuah kata yang mungkin mudah bagi anda untuk menhafalnya ( Hi Co Me O Ku Hi B U A P == 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ). Ok sekali lagi coba anda lihat gambar 1-b dan tabel 1
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Nah sekarang mari kita mencoba membaca
nilai suatu resistor. Misalkan anda melihat sebuah resistor dengan kode
warna sebagai berikut : Coklat, merah, merah, dan emas. Berapa nilai
resistansi dari resistor tersebut..?. ( Perlu diingat..! : Untuk membaca
angka pertama dari kode warna resistor anda harus melihat warna yang
paling dekat dengan ujung sebuah resistor dan biasanya untuk angka
ke-1,2 dan 3 saling berdekatan sedangkan untuk kode warna dari toleransi
agak jauh dari warna-warna yang lain, sekali lagi lihat gambar 1-b dan
tabel 1
Untuk membaca kode warna
resistor seperti yang dipermasalahkan diatas, kita mulai menerjemahkan
satu persatu kode tersebut. Warna pertama Coklat, berarti angka 1, warna
kedua warna merah, berarti angka 2, warna ketiga warna merah berarti
multiflier, perkalian dengan 10 pangkat 2. kalau diterjemahkan 12 X 10 2 =
12 X 100 = 1200. Berarti 1200 Ohm. dengan nilai toleransi sebesar 10 %.
Akurasi dari resistor tersebut berarti 1200 X ( 10 : 100 ) = 1200 X ( 1
: 10 ) = 120. ( he he he, itulah ilmu exacta selalu berhubungan dengan
matematika yupsss, padahal saya juga pusing nih ngitung-ngitung yang
ginian, ha ha ha.. selingan aja ) jadi nilai sebenarnya dari resistor
tersebut adalah maximum 1200 + 120 = 1320 Ohm, sedangkan nilai minimum
nya adalah 1200 - 120 = 1080 Ohm. Kenapa demikian ...?. Karena
karakteristik dari bahan baku resistor tidak sama, walaupun pabrik sudah
mengusahakan agar dapat menjadi standart tetapi apa daya prosesnya
menjadi tidak standart. Untuk itulah pabrik menyantumkan nilai toleransi
dari sebuah resistor agar para designer dapat memperkirakan seberapa
besar faktor x yang harus mereka fikirkan agar menghasilkan yang mereka
kehendaki.
Sekarang coba saya kasih
soal lalu anda cari nilai nya sendiri, ( buat PR . he he he..., kayak
anak SD aja ). Soalnya begini : Didalam sebuah rangkaian saya melihat
sebuah resistor jenis carbon dengan warna-warna sebagai berikut ; Merah,
Kuning, Hijau dan Perak. Berapa nilai minimum dari resistor tersebut ?.
Di
dalam praktek para designer sering kali membutuhkan sebuah resistor
dengan nilai tertentu. Akan tetapi nilai resistor tersebut tidak ada di
toko penjual, bahkan pabrik sendiri tidak memproduksinya. Lalu bagaimana
solusinya..?. Nah...!, seperti yang pernah saya singgung diatas bahwa
ilmu exacta selalu berhubungan dengan matematika, maka untuk mendapatkan
suatu nilai resistor dengan resistansi yang unik dapat dilakukan dua
cara ; Pertama cara SERIAL, dan yang kedua cara PARALEL. ( Wah.., nambah
pusing lagi nih..! ). Dengan cara demikian maka masalah designer diatas
dapat terpecahkan. Bagaimana cara Serial dan bagaimana pula cara
Paralel, untuk lebih jelasnya coba anda perhatikan gambar 1-d.
Cara memasang Resistor cara Serial dan Paralel
Dengan
Cara tersebut suatu nilai resistor dapat menjadi unik. Lalu bagaimana
menghitungnya ?, Ehmm. mudah saja, untuk cara serial anda tinggal
menambahkan saja nilai resistor 1 dan nilai resistor 2. ( R1 + R2 ) .
Sedangkan untuk cara paralel anda dituntut untuk mengerti ALJABAR (
wah-wah lagi-lagi matematika ) tapi mudah kok. Kalau ingin mahir
Matematika buka saja topik yang membahas khusus tentang matematika di
situs ini juga. Ok kembali ke permasalahan. Untuk cara paralel
ditentukan rumus sebagai berikut : misalkan kita memparalel dua buah
resistor, resistor pertama diberi nama R1 dan resistor kedua diberi nama
R2, maka rumusnya adalah : 1/R= ( 1/R1 ) + ( 1/R2 )
Contoh
: Kita mempunyai dua buah resistor dengan nilai berikut R1=1000 Ohm ,
R2=2000 Ohm, bila kita menggunakan cara serial maka didapat hasil R1+R2
1000+2000 = 3000 Ohm, sedangkan bila kita menggunakan cara Paralel maka
didapat hasil :
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1 / R = 1 / R1 + 1 / R2
1 / R = (1/1000) + (1/2000)
1 / R = (2000 + 1000) / (1000 X 2000)
1 / R = (3000) / (2000000)
1 / R = 3 / 2000
3R = 2000
R = 2000 / 3
R = 666,7 Ohm -----> Resistor Hasil Paralel.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| silahkan buktikan sendiri dengan persamaan aljabar dalam matematika. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kapasitor
Kapasitor atau kondensor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan energi listrik dalam bentuk muatan listrik selama selang waktu tertentu tanpa disertai adanya reaksi kimia.
Kapasitor banyak digunakan pada peralatan elektronika seperti pada lampu kilat kamera, cadangan energi pada komputer saat listrik mati, pelindung sistem RAM pada komputer dll.
Pada dasarnya, kapasitor terdiri atas sepasang pelat konduktor sejajar dengan luas A yang dipisahkan oleh jarak d yang kecil. Dua konduktor tersebut dipisahkan oleh suatu bahan isolator yang disebut bahan dielektrik.
Saat kapasitor diberi tegangan, kapsitor akan menjadi bermuatan. Satu pelat menjadi bermuatan positif dan pelat yang lainnya bermuatan negatif. Jumlah masing-masing muatan pada kedua pelat tersebut sama. Jumlah muatan Q yang terdapat pada muatan sebanding dengan beda potensial V sesuai dengan persamaan : Q= CV. Dengan C menunjukkan kapasitansi kapasitor. Kapasitansi kapasitor adalah kemampuan kapasitor untuk menyimpan energi listrik.
Kapasitansi tidak bergantung pada Q dan V. Nilainya hanya bergantung pada struktur dan dimensi kapasitor sendiri. Jadi C dapat ditulis dalam persamaan C=permitivitas hampa udara dikalikan A/d.
Jenis-jenis kapasitor
Berdasarkan bahan dielektrik dan penggunaannya, kapasitor dibagi menjadi beberapa jenis seperti berikut.
a. Kapasitor variabel (Varco)
Kapasitor ini digunakan untuk tuning pesawat radio atau mencari gelombang radio. Kapasitor ini menggunakan udara sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor jenis ini menggunakan pelat yang tidak dapat digerakkan (stator) dan pelat yang dapat digunakan (rotor). Varco biasanya terbuat dari bahan aluminium. Dengan memutar tombol, luas pelat yang berhadapan dapat diataur sehingga kapasitas kapasitor dapat diubah. Dengan mengubah kapasitas kapasitor, frekuensi sirkuit yang dicari dapat distel. Berikut ditunjukkan suatu varco.
b. Kapasitor keramikKapasitor keramik mempunyai dielektrik yang terbuat dari keramik. Kapasitor ini memiliki elektroda logam dan dielektritnya terdiri atas campuran titanium oksida dan oksida lain. Kekuatan dielektriknya baik sekali sehingga mempunyai kapasitas yang besar. Meskipun demikian, ukuran kapasitor keramik relatif kecil. Kapasitor keramik digunaka untuk meredam bunga api, seperti pada bunga api yang timbul pada platina kendaraan bermotor.
c. Kapasitor kertasKapasitor ini mempunyai dielektrik yang terbuat dari kertas. Kapasitor kertas mempunyai lapisan-lapisan kertas setebal 0,05-0,02 mm di antara dua lembaran kertas aluminium. Kertas tersebut diresapi dengan minyak untuk memperbesar kapasitas dan kekuatan dielektriknya.
d. Kapasitor plastikKapasitor plastik mempunyai selaput plastik sebagai dielektriknya. Kapasitor ini mempunyai elektroda logam dan lapisan dielektrik yang terbuat dari bahan polisterina, milar atau teflon dengan tebal 0,0064 mm. Kapasitor plastik digunakan untuk koreksi faktor daya dalam sisitem daya listrik pada fisi nuklir, pembentukan logam hidrolik, penyelidikan plasma dielektrik.
e. Kapasitor elektrolit (Elco)Kapasitor elektrolit mempunyai dielektrik berupa oksida aluminium. Elektroda positif terbuat dari bahan logam, seperti aluminium dan tantalum, sedangkan elektroda negatif terbuat dari bahan elektrolit. Bahan dielektrik digunakan untuk melapisi elektroda negatif. Tebal lapisan oksida sekitar 0,0001 mm. Kapasitor ini hanya digunakan pada tegangan DC yang berdenyut pada rangkaian radio, televisi, telefon, telegraf, peluru kendali, dan perlengkapan komputer. Fungsi elco adalah sebagai perata denyut arus listrik.

- Induktor
Induktor
adalah komponen dasar elektronika yang digunakan sebagai beban
induktif. Nilai induktansi sebuah induktor dinyatakan dalam satuan
Henry. 1 Henry= 1000 mH (miliHenry). Induktor yang ideal terdiri dari
kawat yang dililit, tanpa adanya nilai resistansi. Sifat-sifat elektrik
dari sebuah induktor ditentukan oleh panjangnya induktor, diameter
induktor, jumlah lilitan dan bahan yang mengelilinginya. Induktor dapat
disamakan dengan kondensator, karena induktor dapat dipakai sebagai
penampung energi listrik.
Di dalam induktor disimpan energi, bila ada arus yang mengalir melalui induktor itu. Energi itu disimpan dalam bentuk medan magnit. Bila arusnya bertambah, banyaknya energi yang disimpan meningkat pula. Bila arusnya berkurang, maka induktor itu mengeluarkan energi.
- Transformator
Transformator (trafo) ialah komponen dasar elektronika
yang berfungsi memindahkan tenaga (daya) listrik dari input ke output
atau dari sisi primer ke sisi sekunder. Pemindahan daya listrik dari
primer ke sekunder disertai dengan perubahan tegangan baik naik maupun
turun.
Ada
dua jenis trafo yaitu trafo penaik tegangan (stepup transformer) dan
trafo penurun tegangan (stepdown transformer). Jika tegangan primer
lebih kecil dari tegangan sekunder, maka dinamakan trafo stepup. Tetapi
jika tegangan primer lebih besar dari tegangan sekunder, maka dinamakan
trafo stepdown.

Pada setiap trafo mempunyai input yang dinamai gulungan primer dan output yang dinamai gulungan sekunder. Trafo mempunyai inti besi untuk frekuensi rendah dan inti ferrit untuk frekuensi tinggi atau ada juga yang tidak mempunyai inti (intinya udara).
Pada setiap trafo mempunyai input yang dinamai gulungan primer dan output yang dinamai gulungan sekunder. Trafo mempunyai inti besi untuk frekuensi rendah dan inti ferrit untuk frekuensi tinggi atau ada juga yang tidak mempunyai inti (intinya udara).
Comments
Post a Comment